Teori sosiologi

TEORI SOLIDARITAS(PEMBAGIAN KERJA MASYARAKAT)

(EMILE DURKHEIM)

Emile Durkheim termasuk tokoh sosiologi besar pencetus teori-teori sosiologi klasik. Selain Emile durkheim ada beberapa tokoh teori sosiologi klasik diantaranya, Max Weber, Karl marx, Herbert Spencer, Auguste Comte, George Simmel, Ferdinant Tonnies, Saint Simmon,dll. Durkeheim Dilahirkan di Epinal di provinsi Lorraine, Perancis Timur, Pada 15 april 1858. Emile berasal dari keluarga yahudi Perancis yang saleh, ayahnya dan kakek adalah seorang Rabi.Durkheim merupakan Mahasiswa Universitas Ecole Normale Superieure pada tahun 1889. Di Universitas tersebut dia merupakan mahasiswa yang serius dan kritis, kemudian pemikiran Durkeim dipengaruhi oleh dua orang profesor di Universitasnya itu (Fustel De Coulanges dan Emile Boutroux).Ia meninggal pada 15 november 1917 saat usianya 59 tahun setelah beliau menerima penghargaan dan penghormatan dari orang-orang pada zamannya untuk kariernya yang produktif dan bermakana serta ketika dia sudah mendirikan dasar sosiologi ilmiah.Sosiolog Perancis pertama yang sepanjang hidupnya menempuh jejang ilmu sosiologi yang paling akademis.

Pada awal kariernya prestasinya sebagai pengajar dan pembuat artikel,serta kesuksesanya sebagai pencetus sosiologi sebagai disiplin ilmu yang sah di bidang akademik karena prestasinya itu dia dihargai dan diangkat sebagai ahli ilmu sosial di fakultas pendidikan dan fakultas ilmu sosial di universitas Bourdeaux.Emile sebagai Profesor Sosiologi Pertama dari Universitas Paris, mengambil pendekatan kolektivitis terhadap pemahaman mengenai masyarakat yang melibatkan berbagai bentuk solidaritas. Ia menerbitkan tesis doktoralnya dalam bahasa perancis yaitu The Division of Labour in Society dan tesisnya dalam bahasa Latin tentang Montesqouieu.Tesis tersebut merupakan buku yang pertama kali ia terbitkan pada tahun 1893.Didalam buku pertamanya The Division Of Labori Society membedakan dua jenis solidaritas: solidaritas mekanis dan organis. Satu hal yang pasti bagi Durkheim, solidaritas terkait dengan realitas sosial. Solidaritas muncul dalam ranah sosial, hubungan antar-individu manusia. Hal tersebut terkait dengan Teori solidaritas yang dikaji oleh email durkheim. Teori solidaritas merupakan teori yang mengakaji bahwa masyarakat modern tidak terikat pada kelompok masyarakat yang melakukan kerja secara bersama- sama melainkan pembagian kerjalah yang mengikat mereka,sebaliknya suatu masyarakat terikat pada kondisi yang memiliki perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. Solidaritas dalam berbagai lapisan masyarakat bekerja seperti “perekat sosial”, dalam hal ini dapat berupa, nilai, adat istiadat dan kepercayaan yang dianut bersama oleh anggota masyarakat dalam ikatan kolektif.  Emile durkheim membagi teori solidaritas menjadi 2 yaitu solidaritas mekanis dan solidaritas organis.

Solidaritas mekanis merupakan satu pekerjaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, serta adanya ikatan yang mempersatukan anggoat-anggota masyarakat homogen dan masyarakat terikat satu sama lain secara mekanis sehingga dalam masyarakat yang sedemikan berkembang membentuk suatu solidaritas yaitu solidaritas mekanis, dimana individu yang diikat dalam suatu bentuk solidaritas memiliki “kesadaran kolektif” yang sama dan kuat. Karena itu individualitas tidak berkembang karena dilumpuhkan dengan tekanan besar untuk menerima konformitas. masyarakat yang memiliki solidaritas mekanis hokum seringkali bersifat represif: pelaku suatu kejahatan atau perilaku menyimpang akan terkena hukuman, dan hal itu akan membalas kesadaran kolektif yang dilanggar oleh kejahatan itu. hukuman itu bertindak lebih untuk mempertahankan keutuhan kesadaran. Contoh masyarakat solidaritas mekanis yakni, masyarakat pra-industri dan masyarakat pedesaan,Misalnya masyarakat pedesaan yang cenderung memiliki keeratan yang lebih besar daripada masyarakat kota,dalam hal kegotong royongan masyarakat pedesaan memilki rasa  solidaritas tinggi saat ada pembangunan jembatan yang dikerjakan secara bersama-sama antara warga desa. Serta di keluarga pedesaan mengerjakan suatu pekerjaan dikerjakan bersama-sama seperti bercocok tanam,sehingga keluarga pedesaan cenderung memiliki sosialisasi yang kuat karena sering berinteraksi antara sesama anggota keluarga.

Solidaritas organis merupakan masyarakat yang semakin kompleks sehingga terspesialisasinya suatu pekerjaan,Timbulah kesadaran-kesadaran yang individual yang mandiri akan tetapi menjadi semakin tergantung satu sama lain atau semakin terikat satu sama lain, karena masing- masing individu hanya merupakan satu bagian saja dari suatu pembagian kerja sosial. Dan didalam masyarakat tersebut terjadilah pergeseran-pergeseran di dalam ikatan-ikatan solidaritasnya yakni dari solidaritas yang bersifat mekanik ke arah solidaritas yang bersifat organis. Adanya pembagian kerja maka akan timbul spesialisasi yang pada akhirnya menimbulkan ketergantungan antar individu. Hal ini juga menggairahkan individu untuk meningkatkan kemampuannya secara individual sehingga “kesadaran koletif” semakin redup kekuatannya. Dan solidaritas ini ada pada masyarakat Industri. Sudah terspesialisasinya pekerjaan menurut kemampuannya masing-masing,masyarakat moderen censerung memiliki sifat individualistik dan egoistik yang tinggi dibandinkan dengan masyarkat pedesaan.

Sumbernya:

M,Hotman. 1986. Teori Sosiologi Klasik. Jakarta: Erlangga.

Johnson, Doyle Paul. 1994. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Terj. Robert M. Z.

Lawang Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Ritzer, Jorge dan Douglas J. Goodman. 2010. Teori Sosiologi. Terj. Nurhadi.

Yogyakarta: Kreasi Wacana.

4 Comments to “Teori sosiologi”

  1. de, relevansi teori Durkheim dalam menghadapi kasus pembunuhan2 sadis saat ini pakenya yang mana y…???kan banyak tu…mutilasi, pembunuhan berantai dan kwan2nya…

  2. yang mana y mbak y tp kalu dimasukin teori suicide kyknya gak pas,,,mslhnya pembunuhan bukan bunuh diri y mbak,,,hohohoh

  3. adanya spesialisasi kerja membuat masyarakat semakin individual dan teralienasi

    • y mw gmn lagi,,klw tidak ad spesialisai kerja pekrjaan jd fgak terstruktur ri,,,jd karyawan mampu mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kemampuan mereka masing2 yg sudah terspesialisasi ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: