pasar tradisional vs pasar modern

Pengaruh Globalisasi Mengancam Pasar Tradisional yang Bekompetitif dengan Pasar Modern.

 

Berbagai ancaman membuat pasar tradisional mesti bersaing dengan pasar modern. Hal tersebut terlepas dari pengaruh Globalisasi yang mengancam seluruh dunia terutama dibidang perekonomian yang seolah-olah semuanya diatur oleh industri-industri besar yang berada di negar maju(Amerika Serikat,Jepang, Inggris, Spanyol, Perancis,Jerman) sehingga membuat  negara berkembang mesti bersaing dengan negara maju. Globalisasi yaitu suatu proses dibentuknya suatu tatanan, aturan, dan sistem yang berlaku bagi bangsa-bangsa diseluruh dunia. Globalisasi tidak mengenal adanya batas-batas wilayah; bahkan tidak mengenai aturan lokal, regional, kebijakan negara yang dapat mengurangi ruang gerak masuknya nilai, ide, pikiran atau gagasan yang dianggap sudah merupakan kemauan masyarakat dunia harus dihilangkan. Globalisasi berlaku disemua bidang kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya.

 

Dampak Globalisasi terutama dibidang ekonomi yang mempengaruhi semakin maraknya pembangunan pasar modern sehingga membuat pasar tradisional secara perlahan tersingkir. Dampak tersebut ialah semakin tumbuhnya perusahaan-perusahaan Transnasional yang beroperasi tanpa mengenal batas-batas negara. Selanjutnya juga semakin ketatnya persaingan dalam menghasilkan barang dan jasa dalam pasar bebas. Menguatnya kapitalisame menuntut adanya ekonomi pasar yang lebih bebas untuk mepertinggi asas manfaat, kewiraswastaan, akumulasi modal, membuat keuntungan serta manajemen rasional. Dalam hal ini terlihat semakin merajarelanya pembangunan pasar-pasar modern yakni Mal yang berada dikota-kota besar terutama ibu kota negara kita(jakarta), dengan landasan asas manfaat dan keutungan yang berlipat ganda bagi pelaku bisnis dalam bersaing menghasilkan barang dan jasa untuk mendapatkan konsumen terutama yang gila belanja.Dalam hal ini secara tidak langsung kita menguntungkan perekonomian asing,karena rata- rata pemilik pasar modern merupakan pengusaha asing yang memanfaatkan situasi di negara berkambang dalam meraih keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan pasar tradisional yang sudah lama ada.

Persaingan sengit antar Pasar tradisional dengan pasar modern, sama seperti pertarungan dalam sebuah pertandingan tinju dalam memperebutkan gelar sang juara. Tapi dalam hal ini persaingan tersebut merupakan perebutan dalam menarik minat konsumen untuk lebih memilih berberlanja di pasar tradisional atau pasar modern. Pasar tradisional meliputi, pedagang pasar tradisional serta warung-warung kecil di pinggir jalan,misalnya pasar demangan, pasar sorobayan, pasar sragan. Pasar modern seperti, Mal-mal besar yang ada diseluruh nusantara terutama kota –kota besar,misalnya Indomart, Alfamart, Ramayana, Carrefour, Amplas, Matahari, Wtc, Orion, Palembang square dan lain sebagainya. Banyak faktor yang membuat pasar tradisional kurang diminati oleh masyarakat terutama kalangan generasi muda. Seperti halnya adanya Kegagalan pasar adalah situasi ketika pasar tidak mampu secara efektif mengorganisasikan produksi atau mengalokasikan barang dan jasa kepada konsumen. Situasi seperti ini dapat tercipta ketika kekuatan pasar telah kehilangan kemampuannya dalam memenuhi kepentingan-kepentingan publik. Kemudian kondisi pasar yang kurang memadai seperti, Kesan pasar tradisional yang panas, semrawut, kotor, becek, tidak aman karena banyak pencopet sedangkan pasar modern yang ber-AC, nyaman, pelayanan mandiri dan cepat, serta realtif lebih aman dari pencopet. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha para pedagang di pasar tradisional, yang pada umumnya merupakan pedagang kecil dan menengah. Dalam hal penyediaan fasilitas pelayanan di pasar tradisional maupun pasar modern, sebenarnya pihak yang paling berkompeten adalah pengelola pasar. Untuk pasar tradisional, pengelolaannya menjadi kompetensi pemerintah daerah (perusahaan milik daerah). Sedangkan untuk pasar modern, pada umumnya dikelola oleh swasta.

Selain itu produk yang dihasilkan menurut masyarakat lebih berkualitas dan hegenis di pasar modern dibandingkan pasar tradisional, semua itu dilihat dari kondisi pasar dan kemasan menarik yang dimiliki pasar modern walaupun sebenarnya barang yang disajikan sama saja. Kalangan anak muda yang cenderung gengsi ketika berbelanja dipasar tradisional karena ada anggapan terhadap mindset seseorang ketika membeli suatu produk yang berkualitas serta mahal harganya sehingga mereka memiliki presttige dan diakui oleh orang lain bahwa mereka memiliki kelebihan terutama materi dibandingkan masyarakat yang berada dikalangan bawah.  Dalam aspek wahana rekereasi masyarakat, Pasar modern lebih menjual dibandingkan pasar tradisional banyak sarana hiburan yang disajikan pasar modern, sehingga membuat pasar modern lebih diminati dikalangan masyarakat. Maka oleh karena itu untuk melestarikan pasar tradisional  di masing-masing daerah mulai sekarang pemerintah harus memikirkan strategi khusus supaya pasar tradisional supaya lebih diminati seperti yang dilakukan di kabupaten Bantul yakni adanya pencegahan masuknya pasar modern serta perbaikan terhadap kondisi pasar tradisional. Sehingga membuat pasar tradisional tidak memudar didalam masyarakat terutama kalangan generasi muda.

 

Sumbernya:

Sunarso, dkk. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: UNY press.

Idianto,M. 2004. Sosiologi Untuk SMA. Jakarta: Erlangga.

8 Comments to “pasar tradisional vs pasar modern”

  1. ade, melihat fenomena tersebut kita memang kadang miris yach. .
    bahwa para generasi muda sendiri biasanya lebih memilih untuk berbelanja di supermarket (pasar modern) daripada di pasar tradisional.
    lalu, menurut ade, bgmn agr kita, para generasi muda tidak enggan lagi berbelanja di pasar tradisional?

    • kalau aq sih pengennya fasilitas sarana dan prasarana yg ada d’pasar tradisional perlu diperbaiki serta adanya penambahan fasilitas yang menunjang untuk menarik minat para generasi muda,,yg palin penting sarananya terlebih dahulu,misalnya memperbaiki akses jalan disekitar pasar tradisional yg kebnaykan kt konsumen jalananya pad becek..
      tapi itu semuannya tidak akan berjalan tanpa ada niat dari diri kita selaku generasi muda untuk berbelanja k’pasar tradisional. adanya program pemerintah daerah setempat agar lebih memperhatikan pasar tradisional itu pun sangat penting..
      ^_^hohohoh….mulai skrng kita tdk perlu lg genngsi k’pasar tradisonal y,,,to kita suatu hr nanti akan menjadi seorang ibu rumah tannga….hehehe

  2. ya kalo semua diganti sama pasar modern ntar mematikan rakyat kecil dong…..

  3. betul sekali,,makannya belanja dipasar tradisional gih,,hehehe

  4. harga cabai mahal…nek di mall tambah pajak berarti jadi berapa???

  5. fasilitas di pasar tradisional harus dibenahi, karena pasar tradisional itu terkesaN kumuh sehingga masyarakat terkadang enggan berbelanja di pasar tradisional. Pemerintah sendiri juga harus menerapkan aturan yang tegas terhadap keberadaan pasar modern agar pasar tradisional tidak tergusur seiring perkembangan zaman.

  6. saya rasa fasilitas di pasar tradisional perlu dibenahi, mengingat selama ini pasar tradisional terkesan kumuh, sehingga masyarakat enggan berbelanja di pasar tradisional. Pemerintah sendiri juga harus menegaskan regulasi mengenai keberadaan pasar modern, agar pasar tradisional tidak tergusur seiring perkembangan zaman.

  7. Dengan adanya gempuran yang hebat dari pasar modern akibat globalisasi maka seharusnya pasar tradisional juga harus berbenah diri agar tidak tertinggal dengan pasar modern. memang pasar modern lebih unggul dari segala hal, namun pasar tradisional dalam hal harga secara umum lebih terjangkau daripada pasar modern. mulailah pasar tradisional dengan image kotor dan kumuh berubah menjadi pasar yang bersih serta rapi dalam pengelolaan dan tak lupa dalam pelayanan juga perlu ditingkatkan sehingga masyarakat akan kembali melirik pasar tradisional kita. Pasar tradisional merupakan salah satu ciri khas budaya Indonesia yang perlu dilestarikan… kalo bukan kita, sapa lagi??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: